2captcha

Life Style dalam Living Room

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Thursday, 26 June 2014 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Life Style dalam Living Room
Life Style dalam Living Room
Idealnya, sebuah Living Room, atau disini diartikan sebagai ruang duduk, bisa juga diterjemahkan sebagai ruang tamu dalam sebuah rumah adalah tempat dimana kita bisa duduk-duduk dengan nyaman bersama seluruh anggota keluarga. Di rumah yang berukuran mungil, Living Room menyatu untuk mewadahi ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Dalam gaya hidup modern, yang masyarakatnya banyak tinggal di apartemen yang luasnya terbatas, Living Room menempati area yang juga mungil. Tapi karena ditata sedemikian cermat, ruang duduk yang kebanyakan hanya menempatkan sebuah sofa tiga dudukan berikut meja kopinya, kadang ditambah rak untuk menempatkan pesawat televisi, bisa tetap menjadi ruang keluarga yang nyaman.
Sebagai tempat yang mewadahi banyak kegiatan di dalam rumah, juga sekaligus tempat tamu duduk, Living Room kerap ditata sedemikian rupa, menuruti gaya hidup pemilik rumah, Living Room pun tampil cantik dengan segala aksesorisnya, termasuk pernak-pernik dan kain pemanis di sofa. Segala ornamen sebagai aksen pemanis Living Room, bisa diterapkan dalam gaya apa saja untuk sebuah Living Room. Pastinya Living Room memang mengikuti bentuk gaya rumah itu sendiri. Jika pemilik rumah menata rumah dengan gaya modern klasik, Living Room pun tampil serupa. Tapi, apapun gaya Living Room yang akan Anda tata, baik gaya klasik, Modern, Minimalis, Etnik, ataupun Eklektik, tetap bisa tampil cantik dan menawan dengan tambahan aksen aksen pemanis. Selain kamar mandi, dan dapur, kita memang paling suka mendandani Living Room. Di ruang inilah, tempat para tamu atau kerabat duduk berbincang. Di ruang ini jugalah seluruh anggota keluarga berkumpul dan bercengkrama. Tak heran jika lewat ruang ini pula, tamu bisa menarik kesan mendalam jika Living Room tampil bersih, serasi dan menawan.
Jadi, tak penting apakah Living Room menempati area yang luas atau mungil. Yang harus lebih diutamakan, Living Room dapat tampil cantik dan menawan, mengikuti Lifestyle pemilik rumah. Pastikan Anda bisa menyiasati dengan cerdik, jika Living Room terpaksa berada diruang yang areanya amat terbatas. Dengan menempatkan sofa putih dan perangkat furnitur dengan warna sama. Apabila jika Anda menempelkan cermin besar di salah satu dindingnya, Living Room mungil pun dapat terlihat lebih luas dan lapang. Yang lebih penting lagi, di Living Room yang cantik dan menawan itu, Anda dan keluarga tetap bisa duduk duduk dengan nyaman.

Baca Selengkapnya ....

Tips untuk Desain Interior Dapur

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Saturday, 21 June 2014 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Tips untuk Desain Interior Dapur
Kitchen Set
Dapur tidak hanya tempat untuk menyiapkan makanan. Bagi banyak keluarga dapur adalah tempat untuk makan dan bersosialisasi juga. Karena kehidupan kita yang sibuk, banyak dari anggota keluarga bertemu hanya di dapur sambil makan atau memasak. Oleh karena itu, penting untuk merancang interior dapur fungsional, stylish dan aman. Berikut adalah beberapa tips yang berguna untuk Anda dalam mendesain sebuah dapur ideal yang sesuai dengan harapan.

  • Gambarkan tentang gaya dapur favorit Anda, hal ini berguna untuk menentukan apa yang Anda butuhkan untuk mewujudkan dapur idaman tersebut.
  • Pertimbangkan kelemahan dari dapur lama Anda dan mencoba untuk menghindari kelemahan tersebut dalam desain dapur baru yang Anda inginkan itu.
  • Kulkas, kompor dan tempat pencucian dianjurkan untuk membentuk sebuah segitiga sama sisi. Hal ini terutama untuk menghindari membuang-buang waktu di dapur, mengurangi gerakan yang tidak perlu dan membuat hal-hal berguna saat menyiapkan makanan.
  • Tempatkan posisi wastafel di dekat jendela untuk drainase yang lebih baik.
  • Pilihlah warna terang jika Anda memiliki dapur kecil. Warna gelap akan membuat dapur terlihat lebih kecil. Aturan yang sama berlaku untuk ubin di counter, warna terang untuk counter yang sempurna.
  • Memungkinkan pencahayaan alami di dapur. Untuk mencapai hal ini, jangan gunakan tirai berwarna gelap untuk jendela. 
  • Pastikan bahwa Anda memiliki pencahayaan yang tepat di dapur. Anda dapat memilih dari berbagai macam perlengkapan pencahayaan sebagai pencahayaan utama. Anda juga mungkin perlu untuk mendapatkan lampu sorot yang menyoroti daerah-daerah tertentu di dapur.
  • Sangat penting untuk memiliki ventilasi yang tepat di dapur. gunakan exsaus fan untuk mempercepat sirkulasi udara untuk mencegah bau dan asap dari dapur menjadikan serta menjaga udara di dapur tetap bersih dan sehat
  • Untuk memberikan rasa segar, tempatkan di dapur Anda dengan beberapa jenis tanaman indoor terutama tanaman yang dapat digunakan dalam memasak seperti rosemary dan oregano.


Akhirnya, dapur dianggap sebagai jantung di rumah Anda. Jadi, luangkan waktu Anda untuk merancang dapur sejak awal. Nikmati seluruh proses dan libatkan anggota keluarga Anda untuk sebuah desain interior dapur yang praktis dan elegan.

Baca Selengkapnya ....

Pahit Manis Dunia Periklanan

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Thursday, 8 May 2014 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Pahit Manis Dunia Periklanan
Menjadi profesional yang punya prestasi dan sukses dalam meniti karir terbilang enak. Pasalnya dibanding yang lainnya, profesional seperti ini tentu akan memperoleh gaji besar dan fasilitas kesejahteraan yang cukup lengkap. Bahkan kredibilitas dan kompetensi mereka dalam industri kerap diperhitungkan seiring dengan prestasi dan pengalaman yang telah dibuat. Semua keberhasilan itu, tentu akan lebih menyenangkan bila dapat diraih pada usia muda. Barangkali hal itu juga yang dirasakan oleh beberapa kreator di dunia periklanan. 
periklanan
http://gii-onlineshopping.blogspot.com
Tapi, di balik kesuksesan tersebut, seperti umumnya terjadi, mereka juga pernah mengalami pengalaman pahit saat meniti karir dalam industri periklanan, Sebut saja seorang kreatif periklanan yang harus bolak-balik menemui klien untuk meminta persetujuan konsep atau proposal. Parahnya, setelah mendapat persetujuan, ada juga klien yang tidak konsisten. Mereka dengan seenaknya merubah brief yang telah disetujui bahkan berkeinginan menggantinya. Sejauh hal tersebut, selama tidak menganggu proses kerja yang sedang berlangsung, tindakan tersebut dapat dimaklumi mengingat masing-masing klien punya tipikal dan pikiran yang berbeda-beda. Agar hal tersebut tidak sering terjadi, biasanya seorang kreatif periklanan melakukan pendekatan yang berbeda kepada masing-masing klien. Gaya pendekatannya, tergantung dari tipikal dan karakter klien tentunya.
Bahkan sekalipun seorang General Manager sebuah periklanan dapat merasakan hal yang sama, perasaan kecewa dan sedih saat klien tidak menyetujui usulan dan argumentasi yang telah disiapkan dalam upaya membangun brand mereka. Kesedihan tersebut semakin bertambah jika alasan penolakannya karena masalah biaya atau alasan-alasan lain yang bersifat subyektif.
Selain pengalaman yang tidak menyenangkan, para insan periklanan tentunya juga sering menemukan hal-hal yang menyenangkan. Tapi, bagi mereka hal yang paling menyenangkan adalah ketika klien menyadari, mengakui, dan menyetujui usul yang di ajukan.
Adakalanya seorang Creative Director dalam suatu perusahaan periklanan mengalami pengalaman yang maha berat, mulai dari membangun struktur depertemen kreatif hingga meningkatkan kualitasnya. Usaha keras ini berguna untuk semua yang terlibat dan yang terkait dengan bidang kreatif dapat bekerja dengan lancar dan happy. Jadi bisa kita bayangkan betapa beratnya berjuang sendiri membangun sebuah depertemen kreatif.
Macam-macam memang pengalaman para insan periklanan. Hal ini membuktikan mereka tidak hidup dalam dunia yang vakum. Tapi percayalah, selama mereka bisa menghadapi kenyataan tersebut dengan sikap yang bijak, semuanya pasti bisa dihadapi dengan baik, termasuk menghadapi kenyataan terburuk sekalipun.
     


Baca Selengkapnya ....

Antara Emosi dan Konsumsi

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Sunday, 13 April 2014 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Antara Emosi dan Konsumsi
ilustrasi emosi dan konsumen
Emotional Quadrants
Emosi ternyata mempengaruhi kebiasaan konsumsi. Seseorang yang sedang kecewa bisa saja melampiaskan kekecewaannya itu dengan makan enak di restoran, mabuk-mabukan, atau bagi umumnya perempuan, berbelanja secara kompulsif. Penelitian yang membuktikan hubungan antara emosi dan konsumsi ini sudah berlangsung sekitar dua dekade terakhir.
Setiap orang memang memiliki rentang emosional yang bisa menjadi sangat bahagia atau senang, hingga menjadi sangat sedih atau kecewa. Meski umumnya tak banyak yang berada di kedua ekstrim itu, Larsen dan Diener (1987) menemukan bahwa umumnya 30 persen hingga 50 persen konsumen berada di atas atau di bawah angka tengah dari kedua ekstrim itu.
Hal yang penting semacam kehilangan pekerjaan atau perceraian, atau hal positif yang juga penting seperti kenaikan pangkat atau perkawinan, dapat menimbulkan peralihan dari nilai tengah dari kedua ekstrim tersebut dalam waktu yang cukup panjang. Sementara hal-hal kecil yang menyenangkan atau menyebalkan seperti iklan yang menarik atau wiraniaga yang mengesalkan, hanya mempengaruhi emosi dalam waktu beberapa menit. 
Emosi yang tercipta mempengaruhi sejumlah respon koqnitif seseorang, seperti dalam pembentukan sikap dan recall. Juga mempengaruhi perilaku konsumsi seperti impulse buying, kreatifitas dalam mengkonsumsi dan tindakan inovatif. Hal ini dipengaruhi oleh norma-norma budaya seseorang. Meskipun secara emosional tertekan, misalnya, tidak banyak perempuan Indonesia yang mabuk-mabukan, karena norma-norma budaya tidak mendukung hal itu.
Menyadari kenyataan semacam ini menjadi penting untuk mengetahui bagaimana emosi mempengaruhi efektifitas iklan. Edell dan Burke (1987) memperlihatkan bahwa perasaan (feeling) yang dibangkitkan oleh suatu iklan merupakan suatu konsep yang berbeda dengan pemikiran (thoughts) mengenai iklan, keduanya sama pentingnya dan berkontribusi secara unik dalam menjelaskan dampak dari iklan.
Ini berarti perasaan (mood) seseorang dan pemikiran (kognisi) bisa saling mempengaruhi saat seseorang menikmati dan merespon pesan-pesan iklan. Disini ternyata orang yang tidak memiliki pendekatan yang sama dalam melakukan respon emosional terhadap suatu iklan. Iklan yang bagi seseorang yang terasa menarik, bagi orang yang lain bisa saja membosankan.
Perasaan ternyata dapat terbentuk karena pengaruh berita atau program di mana iklan itu dipasang.

Kuadran Emosi
Untuk mengetahui kondisi yang mungkin dari emosi konsumen, Hirschman dan Stern (1999) mencoba memetakan kondisi emosi seseorang dalam empat kuadran :
(1). Konsumsi Tenang (Calm Consumption). Kuadran A mewakili kandungan emosi dengan afeksi positif dan arousal rendah: Kepuasan, ketenangan, dan ketentraman. Umumnya konsumen hidup direntang emosi ini dari waktu ke waktu. Dalam konteks ini konsumen akan bersifat loyal terhadap merek berdasarkan kepuasan terhadap produk atau jasa yang mereka konsumsi. Karena level arousal rendah, mereka tidak memiliki energi untuk bertualang dan mencari variasi dalam kegiatan konsumsi. Kecendrungannya mereka juga tidak terlalu suka meloakukan komplain ataupun menyatakan rasa tidak puas secara terbuka.
(2). Konsumsi Aktif. Di kuadran B ada sejumlah perasaan semacam, exuberance, delight, ecstasy dan elation, yang terpengaruh level arousal yang tinggi dalam rentang emosi positif. Karena kondisi mental berpengaruh terhadap penciptaan kegembiraan dan berhubungan dengan stimulus dari aktivitas fisik dan kognitif, maka banyak konsumen yang mengalami emosi positif yang kuat akan merasa secara mental dan fisik sangat enerjik. Konsumen yang berada dalam kuadran ini akan bersifat otimistis terhadap perilaku konsumsi dan antusias dalam upaya mengalami hal-hal yang menyenangkan.
(3) Konsumsi Pasif. Memasuki kuadran C, Konsumen yang berada di kelompok ini mengalami level arousal yang rendah dilengkapi dengan emosi yang negatif. Kuadran ini mewakili emosi ketidakberdayaan, melankolis dan putus asa, sehingga dapat disebut juga sebagai konsumen sedih, yang bereaksi sebagai konsumen pasif. Konsumen dalam status emosi semacam ini tidak mempunyai banyak pilihan dan bersifat sangat pesimistis terhadap kegiatan konsumsi. Mereka cendrung tidak suka mencoba produk atau jasa yang baru dan sangat rendah kemungkinannya mencari variasi produk. Karena itu mereka cendrung akan menjadi loyal terhadap merek yang mereka pergunakan serta pola belanja yang biasa mereka lakukan.
(4) Konsumsi Pemarah. Selanjutnya di kuadran D kita memasuki tingkat arousal yang tinggi dimana emosi sangat terganggu bahkan sampai ketahap paranoia. Meskipun demikian, kondisi marah dan ketidaknyamanan bisa membangkitkan dorongan untuk melakukan konsumsi terhadap produk yang dianggap dapat membuat mereka tenang. Misalnya, saat mengalami penundaan penerbangan, mobil mogok, restoran mahal namun layanannya sangat buruk, dan seterusnya. Kondisi semacam ini cukup sering terjadi, ketika konsumen menjadi sangat marah, dan bahkan memaki pelayan atau petugas jasa yang melayaninya. Kondisi emosi yang marah dan paranoia semacam ini pula yang mendorong orang melakukan konsumsi obat-obatan, alkohol, makan dan berbelanja secara berlebihan.

Baca Selengkapnya ....

Merebut Konsumen di Toserba

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Wednesday, 12 March 2014 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Merebut Konsumen di Toserba
http://gii-onlineshopping.blogspot.com
Ketika Desert Spice, produk parfum Revlon muncul di Indonesia, maka perusahaan itu merancang point of sale (POS) yang menarik perhatian, dilengkapi dengan demo perawatan kecantikan.
Saat produk itu masuk ke Indonesia, Cindy Crawford baru saja menjadi bintang iklan Revlon. Model terkenal itu yang kecantikannya menjadi idaman banyak wanita dan pria, dengan alasan yang berbeda-beda tentu saja diharapkan dapat mendorong konsumen menjadi pembeli produk setia Revlon.
Maka, saat Desert Spice diluncurkan, fotonya yang besar terpajang di gerai (outlet) Revlon. Dengan penampilan foto Cindy yang dominan itu, maka pengunjung tidak bisa pasti tertarik untuk memperhatikan ataupun singgah di gerai Revlon. Dilengkapi pula dengan demo kecantikan, maka Revlon pun dapat memperkenalkan produknya langsung kesasaran. 
Ini memperlihatkan bahwa POS sangat penting untuk diperhatikan, Pemasar yang akan meluncurkan produk baru, pasti akan mempersiapkan materi POS agar produk yang dijual dapat tampil dan menarik perhatian khalayak sasarannya. Dan semuanya ini dimulai dari kemasan, rak, poster hingga cara menjajakan produk.
Menurut Michael Wahl, Chairman Howard Marlboro Group (HMG), dekade terakhir abad ini memperlihatkan pentingnya memenangkan pertempuran di gerai dan pertokoan. "Orang kini kian terburu, keputusan untuk membeli produk saat berada di toko terus meningkat" katanya.
Dengan mengolah secara serius seluruh aspek POS, maka pemasaran produk dapat ditingkatkan. Kasus produk pantyhose L'eggs dapat menjelaskan hal itu. Produk yang ditujukan pada wanita itu terbungkus dalam kemasan berbentuk telur -sesuai dengan namanya- dan telah bertahan di pasar selama lebih dari 20 tahun. Bentuknya yang unik menjadikannya sebagai bentuk kemasan terkenal seperti halnya botol orisinal Coca-Cola.

Berawal dari Kemasan
Namun di pertengahan tahun 1991, L'eggs memutuskan untuk mengubah kemasannya yang sangat terkenal itu. "Dengan menjaga bentuk telur yang telah sangat dikenal, dalam upaya merespon preferensi konsumen terhadap kemesan yang lebih progresif, kontemporer dan memudahkan (konsumen) dalam berbelanja." begitu siaran pers L'eggs.
Kemudian dilanjutkan, "Sebagai manfaat tambahan, kemasan yang baru akan dibuat dari karton sehingga dapat didaur ulang, begitu pula dengan seluruh material produknya."
Semuanya ini dilakukan setelah L'eggs menhgadapi serangan serius dari kompetitor, pengecer dan kebiasaan baru darikonsumen. Masalah memang mulai muncul sejak proses produksi hingga ia dipasarkan di gerai toko. Itu antara lain meliputi :
  • Terbatasnya tempat bagi grafis desain karena bentuk telurnya untuk dapat menjelaskan merek, warna dan ukuran produk.
  • Karena bentuknya pula maka sulit untuk membaca label jika L'eggs diletakkan di bagian bawah rak.
  • Efisiensi penggunaan ruang saat pengiriman dan displai menjadi berkurang.
  • Plastik menimbulkan kesan berdampak negatif terhadap lingkungan.
  • Tak mampu mengemas produk secara otomatis.
  • Biaya material yang tinggi.

Sebelumnya, hal itu masih belum menjadi masalah besar karena penjualan masih cukup tinggi dan pesaing yang lebih agresif belum banyak bermunculan. Namun perubahan itu harus dilakukan demi sebuah kata : "Shoppability."  

Untuk melakukan perubahan mendasar bagi L'eggs, maka HMG melakukan apa yang disebut sebagai audit foto. Beragam jenis kemasan diperhatikan dan diteliti."Tak hanya kemasan hoisery namun segala jenis kemasan. Dari sana ternyata tak satupun yang dapat memberikan gambaran uang cocok bagi kemasan L'eggs.
Alhasil harus dirancang suatu desain yang sederhana, sebuah kemasan karton yang dapat mencapai objektif yang ditetapkan. Dengan pendekatan semacam ini berhasil diperoleh delapan bentuk kemasan, yang kemudian diuji melalui suatu fokus group. Berdasarkan hasil fokus group itu jumlah kemasan yang terpilih menjadi bertambah kecil. Hasilnya kemudian kembali diuji melalui laboratorium pengujian situasi pasar. Ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kebiasan dan reaksi konsumen terhadap kemasan yang disusun di tempat displai.
Suatu pengujian volumetrik dilakukan untuk mengetahui efisiensi kemasan dalam pengiriman maupun saat didisplai digerai-gerai. Konsumen ternyata memilih kemasan yang baru dengan perbandingan dua banding satu. Mereka juga menyebutkan atribut khusus yang menurut mereka sangat membantu :
  • Mudah dalam berbelanja.
  • Secara keseluruhan berkesan menarik.
  • Cocok dan tak menghilangkan karakter L'eggs.
  • Menyimbolkan produk berkualitas tinggi.
  • Bersahabat dengan lingkungan.

Hampir dua pertiga konsumen yang diselidiki menyatakan bahwa desain kemasan baru memudahkan dalam berbelanja. Lebih 90% konsumen bahkan merasakan pentingnya material yang dapat didaur ulang. Namun terobosan yang sesungguhnya terletak pada bentuk kemasan yang memungkinkan kami mencetak informasi dikubah kemasan baru.

Dalam kemasan baru, informasi produk dapat disampaikan melalui huruf-huruf yang mudah dibaca. Dengan demikian konsumen dapat mengetahui warna dan model produk dengan mudah. Di sisi lain, terebosan yang dilakukan tidak keluar dalam strategi penjualan toko; bahwa: nama, kemasan dan displai dapat bekerja sama sebagai suatu kesatuan. Maka L'eggs berhasil tampil lebih segar, berwawasan ke masa depan dan berhasil menarik perhatian konsumen, sehingga kembali tetap digemari. Begitulah kiat yang dilakukan dalam memenangkan pertempuran di gerai pertokoan. |cakram media indonesia|



Baca Selengkapnya ....
Referral Banners