2captcha

Peran Periklanan dalam Pemasaran

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Friday, 7 February 2014 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Peran Periklanan dalam Pemasaran
Periklanan sangat berperan didalam distribusi pemasaran dewasa ini, yang kondisinya sudah over communicated. Sebagai bauran promosi dalam bauran pemasaran, maka jasa periklanan akan selalu dibutuhkan. Melihat kebutuhan tersebut, maka jasa desainer grafis sebagai bagian dari pelaku dalam jasa periklanan, harus memiliki wawasan dan pandangan yang luas dalam masalah pemasaran. Diharapkan dengan hal tersebut maka seorang desainer grafis mampu mengantisipasi kemajuan-kemajuan dalam bidang pemasaran. 


Seperti diketahui bahwa periklanan adalah merupakan bauran dari promosi (promotion mix), dimana promosi adalah jalur distribusi pemasaran. Artinya suatu pemasaran produk tertentu akan selalu menggunakan bauran promosi sebagai media untuk menghubungkan produsen dengan konsumen. Sebagai media penghubung, maka periklanan dapat juga dikatakan sebagai ujung tombak komunikasi pemasaran. Mengapa demikian?, Pertama karena subuah iklan dibuat untuk mengkomunikasikan citra yang dimiliki oleh satu perusahaan/produk bukan hanya menaikkan angka penjualan. Citra adalah aset yang paling berharga; yang seringkali menjadi faktor penentu keputusan membeli. Kedua iklan membentuk anggapan dalam benak konsumen tentang satu produk/perusahaan, karena iklan menguraikan fakta-fakta, bukan janji-janji. Ketiga iklan membangun positioning. Positioning adalah satu proses untuk menempatkan suatu produk, merek, perusahaan, individu, atau apa saja dalam alam pikiran konsumen.


Dari uraian ditas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa peran periklanan dalam satu pemasaran produk/jasa sanggatlah penting. Karena dengan jalur promosi tersebut, satu produk/jasa dapat sampai kepada konsumen dengan jelas, yakin akan kegunaan dan kelebihan produk/jasa dan konsumen merasa terpenuhi kebutuhan serta harapannya.

Perencanaan Kreatif dan Media Periklanan.

Setelah mengetahui hubungan antara periklanan dengan pemasaran, maka langkah selanjutnya adalah mengenai perencanaan kreatif dan media periklanan. Langkah ini dirasa perlu karena perencanaan ini adalah hal yang menjelaskan hubungan tersebut.
  • Perencanaan Kreatif Periklanan bagi Pemasaran : Kalau kita berbicara soal komunikasi kreatif pada dasarnya pendekatan yang dilakukan harus berpedoman pada pendekatan "5W" yaitu : Who, What, Whom, Which, What effect Siapa yang mengatakan apa kepada siapa, melalui saluran/media apa dan dampak apa yang diinginkan ) Pendekatan ini memudahkan kita untuk menganalisa pasar sasaran dan menentukan strategi komunikasinya. Pendekatan ini harus ditunjang pula dengan kondisi produsen yang akan diiklankan. Maka kita harus melakukan observasi yang mencakup : a. Bagaimana Tahap dan Perkembangan Produsen? : Pioneering. Apakah industrinya masih dalam tahap dini, artinya produknya baru. Competitive. Pada tahap ini pasar telah berkembang akan tetapi pesaing sudah mulai banyak sehingga strategi pangsa pasar dan positioning menjadi penting. Retentive. Pada tahap ini pasar sudah jenuh sehingga perlu diadakan peremajaan atas produk. : b. Siapa Pesaingnya? : Disini kita harus mengkaji apakah pesaing yang lebih dulu ada dipasaran sudah established atau belum, apakah produknya berkualitas, siap pemakainya, mengapa mereka, bagaimana distribusinya, seberapa berkualitas dan gencar iklannya. : c. Siapa Calon Konsumen Kita : Hal yang harus dikaji adalah tentang ciri karakteristik calon sasaran konsumen, motivasi dan pola belinya. : d. Apa Kelebihan Produk Kita? : Apabila semua telah dikaji maka tahap terakhir adalah menganalisa produk kita, pertama : Apakah produk kita punya USP ( Unique Selling Proposition ) atau kelebihan dibanding  pesaingnya, Kedua : Apakah produk kita dibutuhkan, Ketiga : Bagaimana peluang produk kita di pasar. Hal yang penting dalam proses perencanaan kreatif periklanan adalah menentukan positionong. Hal ini sangat penting sebab dalan era pemasaran dewasa ini, kondisi pasar sangat kompetitif. Konsumen setiap harinya disodori bermacam-macam informasi sehingga kondisi pasar menjadi over communicated. Formulasi positioning didapat dari gaya hidup dan perilaku konsumen yang bersifat psikologis.
  • Perencanaan Media Periklanan bagi Pemasaran : Perencanaan media periklanan yang baik harus terintegrasi ke dalam seluruh kegiatan pemasaran dari produk yang bersangkutan. Adapun komponen-komponen perencanaan media antara lain : a. Sasaran Media : Sasaran media haruslah dinyatakan dalam kalimat yang jelas, layak dan dapat diukur yang senantiasa mengacu kepada sasaran pemasaran, yang meliputi : a. Intensitas iklan yang dinyatakan dalam satuan ukuran tertentu, misalnya : Jangakauan ( Reach ), Eksposure dan atau tingkat bobot iklan ( Gross Rating Points ). b. Dibatasi oleh satuan waktu ( minggu, bulan atau tahun ). c. Dinyatakan dalam definisi demografis yang jelas ( sex, usia, tingkat sosio-ekonomi dan wilayah ). d. Layak dalam pengertian dapat dicapai. b. Strategi Media : Strategi media merupakan suatu cara yang dipilih untuk mencapai sasaran media. strategi ini meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Menetapkan jenis media yang akan digunakan ( Tv, surat kabar, majalah, radio, bioskop, billboard dll ). b. Mempertimbangkan pemilihan media berdasarkan efektifitas jangkauan dan efesiensi dari segi budget untuk menjangkau setiap 1000 khalayak sasaran ). c. Taktik Media : Taktik media disebut juga program media atau implementasi media yang menyangkut hal-hal sebagai berikut : a. Macro Scheduling : Pola intensitas iklan dan periode kompanye. b. Micro Scheduling : Program media Tv dan Radio serta posisi penempatan iklan pada media cetak dan bioskop, ukuran iklan berwarna atau hitam putih serta waktu penayangan. d. Anggaran : Salah satu bagian terpenting dalam perencanaan media adalah anggaran atau sejumlah dana yang layak untuk menyelenggarakan kegiatan periklanan. Anggaran disebut layak apabila dapat memenuhi salah satu kriteria berikut ini : a. Anggaran yang di alokasikan harus cukup untuk mencapai sasaran periklanan/pemasaran. b. Anggaran yang dialokasikan dapat memenuhi suatu tingkat keuntungan yang maksimum terhadap produk yang diiklankan.
Gambaran diatas merupakan konsep-konsep dasar pemasaran dan kaitannya dengan periklanan, ( al ries dan Jack Trout, Positioning, the Battle for Your Mind, New York Mcgraw Hill, 1981, 31 ).   





Baca Selengkapnya ....

Strategi Hunting Client

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Sunday, 19 January 2014 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Strategi Hunting Client
lingkaran
http://logos.co

apa itu client?...Client adalah pelanggan. Menurut pendapat umum, client adalah raja. merujuk kepada pendapat David Ogilvy, dengan strategi yang kita kenal antara lain :
  1. Bagaimana mencari pelanggan.
  2. Bagaimana mempertahankan pelanggan.
  3. Bagaimana menjadi langganan yang baik.
Disini ditekankan bahwa mencari klien/hunting client adalah merupakan keterlibatan antara agency dengan klien. Bagi agency sendiri, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Harus punya penghubung yang kuat dengan klien. Dalam hal ini peranan seorang AE ( Account Executive ) dituntut untuk energik, mempunyai kemampuan lobying yang kuat dan tentu saja kualitas yang handal. Dalam benaknya hanya ada satu tekad, "saya harus mendapatkan klien ini".
  • Harus punya tim kreatif yang jitu. Dewasa ini banyak biro iklan besar mengalami keadaan "mati enggan dengan hidup tidak mampu" alias sekarat. Salah satu sebabnya adalah departemen kreatif-nya hanya menghasilkan iklan-iklan rutin yang membosankan, namun merasa diri tetap besar oleh keberhasilan yang pernah diraih sebelumnya.
  • Penempatan Media yang ampuh. Seorang media planner yang jeli. harus dapat secara efektif menyusun budget periklanan sesuai dengan kondisi klien. Faktor-faktor pendukung seperti data-data pasar, produk, ataupun hasil riset yang diperlukan dalam menyusun strategi pendekatan harus dapat dipertanggung jawabkan kepada klien.
Mari kita buka hati dan pikiran yang jernih. Secara sederhana, sesungguhnya selama ini kita berperan sebagai "salesman". Sebagai salesman yang baik, kita harus tahu karakter pelanggan kita, termasuk pula kesenangannya. Kalau klien kita suka musik, kita harus melakukan pendekatan lewat musik. Kalau golf yang dia minati, kitapun harus mengikutinya. Jangan pernah kita bicara hal-hal yang tak disukai klien kita. "Salesman yang baik, harus selalu berpedoman kepada prinsip-prinsip :
  1. Jika kita baik selaku salesman atau AE tidak mempunyai waktu untuk menjual/hunting maka orang lainpun tidak punya waktu untuk membeli/menjadi klien kita.
  2. Jika kita tidak yakin dengan apa yang kita jual/sajikan, maka sulit bagi orang lain untuk juga yakin seperti yang kita harapkan.
  3. Jika kita gagal mempersiapkan, maka berarti pula kita telah mempersiapkan kegagalan.
  4. Kita harus melakukan segala hal yang kita inginkan secara mati-matian. Try, try again and tray some more.
  5. Keberhasilan tak pernah datang sendirinya.
  6. Jangan takut gagal, dan jangan melakukan kegagalan yang sama.

Dari pengalaman, maka klien yang sudah kita dapatkan harus dijaga dengan baik dengan cara yang profesional, dalam pengertian bahwa pelayanan kita dapat dipertanggung jawabkan. Yang diperlukan oleh biro iklan adalah 'motor penggerak' yaitu kemampuan untuk berkreasi, ambisi yang konstruktif, dan gairah. Akhirnya, keberhasilan tak dapat terbendung. Selamat bekerja, hari esok harus kita hadapi dengan optimisme yang tinggi.



Baca Selengkapnya ....

Memahami Karakter Huruf

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Friday, 10 January 2014 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Memahami Karakter Huruf
kalimat
Tipografi
Huruf yang terangkai di papan-papan iklan pasti tidak akan dibuat ruwet. Soalnya akan dilihat dari kejauhan, terlebih lagi dari mobil yang terus bergerak, huruf-huruf itu harus segera terbaca. Tak ada gunanya bergenit-genit jika pesan yang disampaikan justru tidak terbaca. Itu salah satu alasan kenapa pemahaman terhadap karakter tipografi menjadi penting. Tak hanya untuk papan iklan, tapi juga dengan media iklan lainnya seperti poster, profil dan laporan tahunan perusahaan, kemasan, kalender, majalah dan surat kabar, hingga iklan. Begitu kuatnya karakter yang dimiliki oleh sebuah iklan dengan hanya menampilkan sederetan huruf. Ini berarti tipografi dapat berdiri sendiri untuk menyampaikan sebuah pesan dan sekaligus menarik perhatian. Sebaliknya iklan akan menjadi gagap pesannya jika hanya sekedar menampilkan gambar, tanpa dukungan huruf atau kalimat. Karena tanpa rangkaian kalimat iklan itu dapat disalahtafsirkan, sehingga pesan yang ingin disampaikan tak dapat diterima dengan baik.
Perkembangan tipografi sendiri telah dimulai sejak abad kelima sebelum Masehi. Karena itu tak heran jika jumlah huruf menjadi berbagai ribuan jenis. Huruf yang ada digolongkan dalam sebuah keluarga (family) dan tiap-tiap keluarga terdiri dari puluhan jenis huruf. Meski kadang beberapa jenis huruf yang masih dalam satu keluarga hampir tak terlihat bedanya. Coba perhatikan jenis huruf Caslon dengan jenis Baskerville, hampir tidak terlihat bedanya. Itu adalah dua dari sepuluh jenis huruf yang paling populer versi Graphics Press Corp, Zurich. Jenis huruf populer lainnya misalnya Bodoni, Garamond, Franklin Gothic, Futura, Univers, Goudy, News Ghotic dan Gill Sans.
Dalam sejarah tipografi, huruf yang pertama kali dikenal adalah jenis Greek lapidary. Huruf ini dikembangkan dari alfabet Phoenisia yang telah ada sejak abad kelima sebelum Masehi. Huruf ini kemudian berkembang menjadi huruf yang dikenal dengan nama Roman. Jenis inilah yang disebut-sebut sebagai basis dari huruf yang dikembangkan oleh para desainer di negara-negara barat.

Memahami Karakter

Munculnya komputer grafis menjadikan kemungkinan tipografis menjadi lebih besar. Berbagai jenis huruf telah disimpan dalam program komputer dan tinggal dipilih menurut selera si pemakai. Ini memudahkan semua orang, namun mengakibatkan banyak orang yang tak memahami dasar-dasar tipografis dan desain, merasa dirinya telah menjadi seorang desainer.
Karakter huruf memang menjadi hal yang sangat penting dalam tipografi. Hal itu misalnya terlihat dalam iklan sepatu Nike. Terkenal dengan produk sepatu yang sangat dinamis, iklan-iklan Nike memang dibuat seperti bermain-main, namun serius. Dalam upaya untuk berkomunikasi kepada Generasi-X, kelompok konsumen muda di AS, maka sebagian iklan-iklan Nike dirancang mendekati grafis. Dengan demikian permainan kata dan huruf menjadi penting. Dalam iklannya Nike, seri Air Adventure II, kita dapat melihat huruf-huruf yang saling bertumpuk, tak sama besarnya, namun dengan demikian dapat menciptakan irama. Menggunakan huruf Canadian Photographer, tumpukan huruf itu nampaknya menjadi medium yang pas untuk berkomunikasi dengan generasi-X, yang memiliki pola komunikasi tersendiri. Dan sekaligus ini memperlihatkan bahwa Nike berusaha berbicara dengan bahasa khalayak yang sedang diincarnya.
Dengan berkembangnya dunia Desain Grafis menjadikan generasi tipografi saat ini menjadi radikal. Banyak desainer tak lagi berpedoman pada kaidah-kaidah yang dipakai para pendahulunya. Banyak sistem yang telah mapan justru dijungkirbalikkan. Sebagai contoh, kalau dulu anatomi huruf itu jika sudutnya berbentuk kotak, maka semuanya harus sama. Tapi kini tidak selalu begitu, boleh digabung dengan yang bulat. Generasi sekarang beranggapan bahwa desain bukan sekedar kebutuhan, tetapi juga harus menghibur dan menyenangkan. Meski akibatnya mereka sering tak disukai generasi pendahulu karena dianggap sebagai perusak tipografi konvensional. Namun yang penting untuk disadari, pembaharuan haruslah dilakukan oleh mereka yang memang memahami kaidah tipografi. Dan bukan sekedar oleh para amatir yang senang mengotak-atik kemampuan komputer. Sikap semacam ini antara lain dilakukan kelompok Emigre yang dipelopori Rudy Vanderlans. Bersama isterinya yang juga desainer, Suzzana Licko, ia melakukan berbagai eksperimen tentang jenis-jenis huruf. Karya-karyanya kini disimpan di museum desain London. " Respon saya yang spontan melahirkan sesuatu yang belum pernah didesain sebelumnya," ujar Vanderlans. Nampaknya generasi baru desainer masa kini berusaha mengikuti aliran kontenporer ini. Bebas melakukan pencarian berdasarkan konsep dasar tipografis. Didukung oleh teknologi komputer, pencarian mereka pun lebih bebas. Kadang mereka menciptakan jenis huruf yang sulit untuk dibaca, dibuat kecil-kecil atau bertumpuk-tumpuk. Selama didukung dengan konsep maka itu adalah hal yang wajar. Hal itu semata dilakukan bukan untuk mengajak pembaca berkerut kening, namun untuk menarik perhatian dan mengajak pembaca agar mau memahami pesan yang ingin disampaikan.|Cakram|
   

Baca Selengkapnya ....

Gaya Hidup Kaum Eksekutif

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Tuesday, 10 December 2013 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Gaya Hidup Kaum Eksekutif
http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com
Kalau kita cermati bahasa iklan saat ini, akan banyak kita jumpai kata-kata seperti trendy, canggih, gaya eksekutif dan selera ekslusif. Iklan-iklan dengan naskah semacam itu, bisa dipastikan, ditujukan kepada golongan masyarakat yang kerap disebut sebagai golongan eksekutif. Mereka adalah segolongan dalam masyarakat yang memiliki citra tersendiri akibat kedudukan dan status sosial politik yang disandangnya. dari segi karir, mereka menduduki jabatan-jabatan mulai dari manajer hingga CEO, pengusaha, profesional, komisaris dan pejabat tinggi pemerintah.
Keberhasilan pembangunan nasional, khususnya disektor ekonomi, melahirkan golongan menengah atas dikota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Mereka ini mapan dalam hal pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan kedudukan sosial. Hampir semunya memiliki pergaulan yang bersekala internasional. Karena itu, selera internasional mereka nyaris sama dengan selera kaum eksekutif di mancanegara.

Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, golongan eksekutif ini kecil sekali. Namun bagi pengiklan adalah penting mengamati gaya hidup, pola pikiran serta pengaruh mereka, karena umumnya mereka merupakan trensetters dan role models bagi warga kota lainnya. Kebutuhan kelompok ini sangat spesifik. Kebanyakan mereka memiliki tuntutan tinggi dalam soal kualitas produk serta pelayanan. Seperti diketahui, para eksekutif ini umumnya berpendidikan tinggi. Banyak di antara mereka yang lulusan sekolah-sekolah tinggi luar negeri. Mereka adalah pekerja keras yang bekerja lebih dari delapan jam sehari. Penghasilan mereka besar, memiliki posisi strategis, punya akses ke pusat-pusat informasi global yang memungkinkan mereka untuk secara teratur meng-up date diri. Dengan kelebihan-kelebihan semacam ini, masuk akal bila kelompok ini menjadi kelompok yang pandangan serta pemikirannya meluas dan mempengaruhi anggota masyarakat lainnya.
Untuk beberapa hal, kecendrungan perilaku dan gaya hidup kaum eksekutif di Indonesia tampaknya sejalan dengan yang berlangsung di negara-negara lain, yang memberikan perhatian dan waktu untuk keluarga dan peningkatan kualitas hidup menjauhi dunia glamor karena kini gaya hidup mereka sudah lebih rasional. Meskipun mereka memiliki kelebihan yang relatif sama, namun kelompok ini bukanlah kelompok yang monolitik. Maksudnya, dalam perilaku, gaya hidup dan selera banyak juga bedanya. Tentu tidak semuanya serba wah. Di antara kaum eksekutif ini memang ada yang begitu menonjol, sering disorot media massa, gaya hidupnya high profile. Mereka inilah yang tergolong trensetters dan role models, dan sering disebut sequent fliers, high shoppers, pelanggan busana mahal dan trendy, memiliki selera khusus dalam soal makanan, ekslusif dalam memilih rumah tinggal, kolektor benda-benda seni yang mahal, suka menikmati musik, serta mementingkan olahraga demi kesehatan dan kebugaran tubuh.

Banyak cara bagaimana kaum eksekutif ini menikmati waktu luang di sela kesibukan kerja yang mendera. Mereka yang masih bujangan alias belum berkeluarga, selepas jam kerja banyak yang melepas ketegangan otot dan otak ditempat-tempat hiburan seperti diskotik, pub, cafe atau restoran-restoran di hotel berbintang. Sambil menikmati makanan dan minuman, mereka mendengarkan musik dan ngobrol-ngobrol dengan mitra bisnis. Kebanyakan yang sudah berkeluarga akan menghibur diri bersama anggota keluarga. Bagi mereka, kehidupan keluarga dianggap nomor satu. Kalaupun pergi ketempat-tempat hiburan umum sendiri, itu karena pesan bisnis. Makan di restoran atau darmawisata ke gunung atau pantai pun dilakukan bersama-sama keluarga. 
Sebagai pasar, kelompok eksekutif memang merupakan pasar potensial. Hal ini mendorong sejumlah pengusaha untuk mengantisipasi peluang bisnis baru. Misalnya usaha properti, restoran keluarga, pub, cafe, toko-toko busana bermerek mewah, klinik kesehatan, tempat fitness, salon-salon berpelayanan khusus, serta klub-klub eksekutif.


Baca Selengkapnya ....

Berbusana Muslim di Tempat Kerja

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Tuesday, 3 December 2013 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Berbusana Muslim di Tempat Kerja
Berhijab
Busana Muslim
Tampil modis dan profesional dengan pakaian muslim bukanlah sebuah halangan. Polemik yang terjadi akhir-akhir ini tentang busana muslim yang dapat menganggu aktivitas dalam melaksanakan suatu pekerjaan, seperti membatasi ruang gerak seseorang terutama wanita dalam bekerja tidaklah benar adanya. Asal tahu caranya, Anda bisa tampil profesional tapi tetap modis, bahkan dengan berbusana muslim sekalipun.

Sebenarnya, busana muslim, untuk ke kantor tidak jauh berbeda dengan busana biasa yang kita lihat di busana muslim online, baju muslim online, model jilbab online yang menjual baik langsung ataupun tidak di tempat jual pakaian. Hanya saja mengharuskan mengikuti kaidah berbusana muslim yang baik, yakni dengan menutup aurat, tidak ketat, serta sopan. Adapun untuk potongannya, para wanita karier muslimah bisa memilih beberapa tipe gaya , dinamis, feminim atau trendi.


Pilihlah jenis busana dengan bahan yang nyaman dan sesuai untuk busana kerja, yaitu tidak terlalu “ berat dan tidak mudah kusut”. Pilihlah warna yang natural seperti warna pastel atau palet netral misalnya krem, hitam, cokelat, abu-abu dan biru tua. Hindari warna yang ngejreng dan motif yang ramai. Motif polos yang lembut atau netral akan memberikan kesan profesional dan lebih mudah dipadupadakan satu sama lainnya.

Adapun untuk motifnya, lebih baik Anda memilih corak yang lembut dan berkesan dinamis, seperti garis-garis tipis. Corak floral juga bisa menjadi pilihan, namun hindari yang memiliki ukuran besar. Lebih baik kenakan ukuran yang lebih kecil dengan warna yang lembut. Padukan dengan bawahan, luaran dan jilbab yang senada.

Untuk model, Anda bisa memilih jenis celana panjang berpotongan pipa dengan atasan tunik atau jas berbahan ringan. Blazer atau cardigan juga bisa Anda pilih sebagai alternatif luaran. Untuk dalaman Anda bisa memakai blus. Untuk bawahan bisa juga memakai rok panjang dengan lingkaran yang tidak terlalu lebar. Gunakan jilabab yang bermotif tidak terlalu ramai. Sebagai aksen, boleh juga Anda memakai tutup kepala dengan sedikit motif ditepinya.

Bagi mereka yang pekerja lapangan, bisa memakai rangkaian busana yang tidak membatasi gerak tubuh. Padanan tunik dan celana bisa jadi alternatif yang tepat. Pilihan lainnya, padupadan busana kontemporer yang dikenakan secara berlapis misalnya, blus, jaket, celana panjang.

Bila ingin tampil ringkas dengan mengenakan kemeja, sebaiknya pilih bagian kerahnya tinggi dan mampu menutup leher. Dengan begitu langsung mengenakan jilbab. Tampilan seperti itu lebih rapi, praktis, dan modern.

Sementara, mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu di kantor dapat memilih busana yang bergaya feminim maupun trendi. Paduan kemeja atau tunik dengan rok misalnya.

Lengkapi penampilan dengan menggunakan tas dan sepatu dengan warna netral seperti cokelat atau hitam. Gunakan hak sepatu yang tidak lebih dari lima senti. Dengan demikian, penampilan Anda akan terlihat lebih percaya diri.
  

Baca Selengkapnya ....
Referral Banners