2captcha

Memahami Karakter Huruf

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Friday, 10 January 2014 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Memahami Karakter Huruf
kalimat
Tipografi
Huruf yang terangkai di papan-papan iklan pasti tidak akan dibuat ruwet. Soalnya akan dilihat dari kejauhan, terlebih lagi dari mobil yang terus bergerak, huruf-huruf itu harus segera terbaca. Tak ada gunanya bergenit-genit jika pesan yang disampaikan justru tidak terbaca. Itu salah satu alasan kenapa pemahaman terhadap karakter tipografi menjadi penting. Tak hanya untuk papan iklan, tapi juga dengan media iklan lainnya seperti poster, profil dan laporan tahunan perusahaan, kemasan, kalender, majalah dan surat kabar, hingga iklan. Begitu kuatnya karakter yang dimiliki oleh sebuah iklan dengan hanya menampilkan sederetan huruf. Ini berarti tipografi dapat berdiri sendiri untuk menyampaikan sebuah pesan dan sekaligus menarik perhatian. Sebaliknya iklan akan menjadi gagap pesannya jika hanya sekedar menampilkan gambar, tanpa dukungan huruf atau kalimat. Karena tanpa rangkaian kalimat iklan itu dapat disalahtafsirkan, sehingga pesan yang ingin disampaikan tak dapat diterima dengan baik.
Perkembangan tipografi sendiri telah dimulai sejak abad kelima sebelum Masehi. Karena itu tak heran jika jumlah huruf menjadi berbagai ribuan jenis. Huruf yang ada digolongkan dalam sebuah keluarga (family) dan tiap-tiap keluarga terdiri dari puluhan jenis huruf. Meski kadang beberapa jenis huruf yang masih dalam satu keluarga hampir tak terlihat bedanya. Coba perhatikan jenis huruf Caslon dengan jenis Baskerville, hampir tidak terlihat bedanya. Itu adalah dua dari sepuluh jenis huruf yang paling populer versi Graphics Press Corp, Zurich. Jenis huruf populer lainnya misalnya Bodoni, Garamond, Franklin Gothic, Futura, Univers, Goudy, News Ghotic dan Gill Sans.
Dalam sejarah tipografi, huruf yang pertama kali dikenal adalah jenis Greek lapidary. Huruf ini dikembangkan dari alfabet Phoenisia yang telah ada sejak abad kelima sebelum Masehi. Huruf ini kemudian berkembang menjadi huruf yang dikenal dengan nama Roman. Jenis inilah yang disebut-sebut sebagai basis dari huruf yang dikembangkan oleh para desainer di negara-negara barat.

Memahami Karakter

Munculnya komputer grafis menjadikan kemungkinan tipografis menjadi lebih besar. Berbagai jenis huruf telah disimpan dalam program komputer dan tinggal dipilih menurut selera si pemakai. Ini memudahkan semua orang, namun mengakibatkan banyak orang yang tak memahami dasar-dasar tipografis dan desain, merasa dirinya telah menjadi seorang desainer.
Karakter huruf memang menjadi hal yang sangat penting dalam tipografi. Hal itu misalnya terlihat dalam iklan sepatu Nike. Terkenal dengan produk sepatu yang sangat dinamis, iklan-iklan Nike memang dibuat seperti bermain-main, namun serius. Dalam upaya untuk berkomunikasi kepada Generasi-X, kelompok konsumen muda di AS, maka sebagian iklan-iklan Nike dirancang mendekati grafis. Dengan demikian permainan kata dan huruf menjadi penting. Dalam iklannya Nike, seri Air Adventure II, kita dapat melihat huruf-huruf yang saling bertumpuk, tak sama besarnya, namun dengan demikian dapat menciptakan irama. Menggunakan huruf Canadian Photographer, tumpukan huruf itu nampaknya menjadi medium yang pas untuk berkomunikasi dengan generasi-X, yang memiliki pola komunikasi tersendiri. Dan sekaligus ini memperlihatkan bahwa Nike berusaha berbicara dengan bahasa khalayak yang sedang diincarnya.
Dengan berkembangnya dunia Desain Grafis menjadikan generasi tipografi saat ini menjadi radikal. Banyak desainer tak lagi berpedoman pada kaidah-kaidah yang dipakai para pendahulunya. Banyak sistem yang telah mapan justru dijungkirbalikkan. Sebagai contoh, kalau dulu anatomi huruf itu jika sudutnya berbentuk kotak, maka semuanya harus sama. Tapi kini tidak selalu begitu, boleh digabung dengan yang bulat. Generasi sekarang beranggapan bahwa desain bukan sekedar kebutuhan, tetapi juga harus menghibur dan menyenangkan. Meski akibatnya mereka sering tak disukai generasi pendahulu karena dianggap sebagai perusak tipografi konvensional. Namun yang penting untuk disadari, pembaharuan haruslah dilakukan oleh mereka yang memang memahami kaidah tipografi. Dan bukan sekedar oleh para amatir yang senang mengotak-atik kemampuan komputer. Sikap semacam ini antara lain dilakukan kelompok Emigre yang dipelopori Rudy Vanderlans. Bersama isterinya yang juga desainer, Suzzana Licko, ia melakukan berbagai eksperimen tentang jenis-jenis huruf. Karya-karyanya kini disimpan di museum desain London. " Respon saya yang spontan melahirkan sesuatu yang belum pernah didesain sebelumnya," ujar Vanderlans. Nampaknya generasi baru desainer masa kini berusaha mengikuti aliran kontenporer ini. Bebas melakukan pencarian berdasarkan konsep dasar tipografis. Didukung oleh teknologi komputer, pencarian mereka pun lebih bebas. Kadang mereka menciptakan jenis huruf yang sulit untuk dibaca, dibuat kecil-kecil atau bertumpuk-tumpuk. Selama didukung dengan konsep maka itu adalah hal yang wajar. Hal itu semata dilakukan bukan untuk mengajak pembaca berkerut kening, namun untuk menarik perhatian dan mengajak pembaca agar mau memahami pesan yang ingin disampaikan.|Cakram|
   

Baca Selengkapnya ....

Gaya Hidup Kaum Eksekutif

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Tuesday, 10 December 2013 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Gaya Hidup Kaum Eksekutif
http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com
Kalau kita cermati bahasa iklan saat ini, akan banyak kita jumpai kata-kata seperti trendy, canggih, gaya eksekutif dan selera ekslusif. Iklan-iklan dengan naskah semacam itu, bisa dipastikan, ditujukan kepada golongan masyarakat yang kerap disebut sebagai golongan eksekutif. Mereka adalah segolongan dalam masyarakat yang memiliki citra tersendiri akibat kedudukan dan status sosial politik yang disandangnya. dari segi karir, mereka menduduki jabatan-jabatan mulai dari manajer hingga CEO, pengusaha, profesional, komisaris dan pejabat tinggi pemerintah.
Keberhasilan pembangunan nasional, khususnya disektor ekonomi, melahirkan golongan menengah atas dikota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Mereka ini mapan dalam hal pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan kedudukan sosial. Hampir semunya memiliki pergaulan yang bersekala internasional. Karena itu, selera internasional mereka nyaris sama dengan selera kaum eksekutif di mancanegara.

Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, golongan eksekutif ini kecil sekali. Namun bagi pengiklan adalah penting mengamati gaya hidup, pola pikiran serta pengaruh mereka, karena umumnya mereka merupakan trensetters dan role models bagi warga kota lainnya. Kebutuhan kelompok ini sangat spesifik. Kebanyakan mereka memiliki tuntutan tinggi dalam soal kualitas produk serta pelayanan. Seperti diketahui, para eksekutif ini umumnya berpendidikan tinggi. Banyak di antara mereka yang lulusan sekolah-sekolah tinggi luar negeri. Mereka adalah pekerja keras yang bekerja lebih dari delapan jam sehari. Penghasilan mereka besar, memiliki posisi strategis, punya akses ke pusat-pusat informasi global yang memungkinkan mereka untuk secara teratur meng-up date diri. Dengan kelebihan-kelebihan semacam ini, masuk akal bila kelompok ini menjadi kelompok yang pandangan serta pemikirannya meluas dan mempengaruhi anggota masyarakat lainnya.
Untuk beberapa hal, kecendrungan perilaku dan gaya hidup kaum eksekutif di Indonesia tampaknya sejalan dengan yang berlangsung di negara-negara lain, yang memberikan perhatian dan waktu untuk keluarga dan peningkatan kualitas hidup menjauhi dunia glamor karena kini gaya hidup mereka sudah lebih rasional. Meskipun mereka memiliki kelebihan yang relatif sama, namun kelompok ini bukanlah kelompok yang monolitik. Maksudnya, dalam perilaku, gaya hidup dan selera banyak juga bedanya. Tentu tidak semuanya serba wah. Di antara kaum eksekutif ini memang ada yang begitu menonjol, sering disorot media massa, gaya hidupnya high profile. Mereka inilah yang tergolong trensetters dan role models, dan sering disebut sequent fliers, high shoppers, pelanggan busana mahal dan trendy, memiliki selera khusus dalam soal makanan, ekslusif dalam memilih rumah tinggal, kolektor benda-benda seni yang mahal, suka menikmati musik, serta mementingkan olahraga demi kesehatan dan kebugaran tubuh.

Banyak cara bagaimana kaum eksekutif ini menikmati waktu luang di sela kesibukan kerja yang mendera. Mereka yang masih bujangan alias belum berkeluarga, selepas jam kerja banyak yang melepas ketegangan otot dan otak ditempat-tempat hiburan seperti diskotik, pub, cafe atau restoran-restoran di hotel berbintang. Sambil menikmati makanan dan minuman, mereka mendengarkan musik dan ngobrol-ngobrol dengan mitra bisnis. Kebanyakan yang sudah berkeluarga akan menghibur diri bersama anggota keluarga. Bagi mereka, kehidupan keluarga dianggap nomor satu. Kalaupun pergi ketempat-tempat hiburan umum sendiri, itu karena pesan bisnis. Makan di restoran atau darmawisata ke gunung atau pantai pun dilakukan bersama-sama keluarga. 
Sebagai pasar, kelompok eksekutif memang merupakan pasar potensial. Hal ini mendorong sejumlah pengusaha untuk mengantisipasi peluang bisnis baru. Misalnya usaha properti, restoran keluarga, pub, cafe, toko-toko busana bermerek mewah, klinik kesehatan, tempat fitness, salon-salon berpelayanan khusus, serta klub-klub eksekutif.


Baca Selengkapnya ....

Berbusana Muslim di Tempat Kerja

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Tuesday, 3 December 2013 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Berbusana Muslim di Tempat Kerja
Berhijab
Busana Muslim
Tampil modis dan profesional dengan pakaian muslim bukanlah sebuah halangan. Polemik yang terjadi akhir-akhir ini tentang busana muslim yang dapat menganggu aktivitas dalam melaksanakan suatu pekerjaan, seperti membatasi ruang gerak seseorang terutama wanita dalam bekerja tidaklah benar adanya. Asal tahu caranya, Anda bisa tampil profesional tapi tetap modis, bahkan dengan berbusana muslim sekalipun.

Sebenarnya, busana muslim, untuk ke kantor tidak jauh berbeda dengan busana biasa yang kita lihat di busana muslim online, baju muslim online, model jilbab online yang menjual baik langsung ataupun tidak di tempat jual pakaian. Hanya saja mengharuskan mengikuti kaidah berbusana muslim yang baik, yakni dengan menutup aurat, tidak ketat, serta sopan. Adapun untuk potongannya, para wanita karier muslimah bisa memilih beberapa tipe gaya , dinamis, feminim atau trendi.


Pilihlah jenis busana dengan bahan yang nyaman dan sesuai untuk busana kerja, yaitu tidak terlalu “ berat dan tidak mudah kusut”. Pilihlah warna yang natural seperti warna pastel atau palet netral misalnya krem, hitam, cokelat, abu-abu dan biru tua. Hindari warna yang ngejreng dan motif yang ramai. Motif polos yang lembut atau netral akan memberikan kesan profesional dan lebih mudah dipadupadakan satu sama lainnya.

Adapun untuk motifnya, lebih baik Anda memilih corak yang lembut dan berkesan dinamis, seperti garis-garis tipis. Corak floral juga bisa menjadi pilihan, namun hindari yang memiliki ukuran besar. Lebih baik kenakan ukuran yang lebih kecil dengan warna yang lembut. Padukan dengan bawahan, luaran dan jilbab yang senada.

Untuk model, Anda bisa memilih jenis celana panjang berpotongan pipa dengan atasan tunik atau jas berbahan ringan. Blazer atau cardigan juga bisa Anda pilih sebagai alternatif luaran. Untuk dalaman Anda bisa memakai blus. Untuk bawahan bisa juga memakai rok panjang dengan lingkaran yang tidak terlalu lebar. Gunakan jilabab yang bermotif tidak terlalu ramai. Sebagai aksen, boleh juga Anda memakai tutup kepala dengan sedikit motif ditepinya.

Bagi mereka yang pekerja lapangan, bisa memakai rangkaian busana yang tidak membatasi gerak tubuh. Padanan tunik dan celana bisa jadi alternatif yang tepat. Pilihan lainnya, padupadan busana kontemporer yang dikenakan secara berlapis misalnya, blus, jaket, celana panjang.

Bila ingin tampil ringkas dengan mengenakan kemeja, sebaiknya pilih bagian kerahnya tinggi dan mampu menutup leher. Dengan begitu langsung mengenakan jilbab. Tampilan seperti itu lebih rapi, praktis, dan modern.

Sementara, mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu di kantor dapat memilih busana yang bergaya feminim maupun trendi. Paduan kemeja atau tunik dengan rok misalnya.

Lengkapi penampilan dengan menggunakan tas dan sepatu dengan warna netral seperti cokelat atau hitam. Gunakan hak sepatu yang tidak lebih dari lima senti. Dengan demikian, penampilan Anda akan terlihat lebih percaya diri.
  

Baca Selengkapnya ....

Antara Karya Seni dan Pornografi

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Monday, 18 November 2013 0 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Antara Karya Seni dan Pornografi
ilustrasi photoshop
webneel.com
Polemik mengenai apa yang disebut foto porno atau foto seni, sepertinya memang tidak akan tuntas disimpulkan untuk memuaskan semua pihak. Apalagi untuk dicari defenisinya secara tegas. Kendati demikian, sebetulnya Departemen Penerangan (Deppen) dahulu pernah memberi batasan yang pasti diketahui seluruh pemimpin redaksi media massa. Dalam aturan itu disebutkan, batasan pornografi pada gambar atau foto terletak pada ditampilkan tidaknya kemaluan, buah dada, serta pusar seseorang. Namun selain tidak konsisten dijalankan (misal : gambar seseorang yang terlihat pusarnya sudah sering kita lihat di berbagai media), oleh banyak kalangan batasan ini justru dipandang absurd dan cendrung melecehkan kesenian.
Ukuran untuk mengatakan suatu gambar porno atau artistik, sangat subjektif. Hal ini sangat berkaitan dengan persepsi masyarakat tentang tubuh. Misalnya jika kita memotret seseorang yang badannya, katakanlah dianggap tidak indah bagi kebanyakan masyarakat sekarang, yakni tubuh yang gemuk, kemungkinan tidak menimbulkan berahi bagi yang melihat. " Apakah ini porno atau tidak? mungkin bukan pornografi kalau ukurannya apakah mengundang berahi atau semacamnya, tapi persoalannya ia kan telanjang?" seorang laki-laki atau perempuan gendut berdiri telanjang, bagi masyarakat kita dipersepsi sebagai sesuatu yang tidak menarik, bahkan mungkin menjijikkan. sementara bisa juga seorang wanita berbaju lengkap justru menimbulkan rangsangan. Jadi ukuran-ukuran itu sangat relatif.
Batasan pornografi biasanya tidak memiliki deskripsi yang jelas. Dia akan punya deskripsi setelah terjadi apa yang disebut keputusan-keputusan pengadilan sebagai preseden. Tetapi pengadilan kita tidak memiliki kapastian hukum, sehingga penerjemahan terhadap apa itu pornografi hampir tidak pernah ada, karena kepastian hukumnya untuk kepentingan tertentu. Jadi tidak ada satu penerjemahan, karena penerjemahan dari pornografi itu terlalu luas, misalnya menurut hati nurani, mengganggu kepentingan umum.
Ada juga yang berpendapat bahwa ketelanjangan itu sangat relatif, tergantung ruang dan waktu. Pada ruang waktu sebelumnya mungkin telanjang dada itu tidak apa-apa. Tapi pada ruang waktu yang lain, telanjang dada dianggap porno. Jadi sejauh mana telanjang atau tidak disebut porno, hal ini sangat subjektif, tergantung pada motif orang yang melihat, serta tentunya tergantung pula pada motif kreatornya. Tapi celakanya ketika itu sudah menjadi komunikasi massa, maka ia akan tergantung kepada orang yang paling berwenang menjelaskan itu porno atau tidak, dalam hal ini kembali pemerintah atau orang yang merasa diri menjadi panutan masyarakat menjadi penentunya.
Jika sebuah karya itu motivasinya memang tidak pornografis, dan masyarakat kemudian menilai itu pornografis karena tokoh atau lembaga yang menilainya porno, disini timbul pertanyaan, adakah motif politik lain? misalnya isu pornografi dipakai sebagai salah satu isu, untuk nantinya mulai lagi pers dibredel, pers dibungkam.
Tentang motivasi di balik ketelanjangan ini, bahwa ada pula ketelanjangan yang digunakan murni untuk kepentingan bisnis, sehingga motivasi maupun pelaksanaannya di pasar sama seperti menjual produk-produk komersial. Ketelanjangan yang digunakan untuk komersial ya begitu. wanita muda, kulitnya putih, dada besar, mukanya dengan prototip tertentu. Nah, media yang demikian juga memuat iklan tentang bagaimana membesarkan payudara, bagaimana mengecilkan perut. Hal semacam inilah yang bisa berdampak destruktif pada masyarakat luas, seperti munculnya rendah diri pada orang-orang tertentu, dia butuh operasi plastik, silikon, dan lain-lain. 
Yang membedakan seni dan porno adalah, seni dapat membuat masyarakat terinspirasi, sedangkan porno tidak. Jika ketelanjangan dimaksudkan untuk mengungkap kepribadian agar orang bisa melihat performance orang itu tanpa hiasan, itulah ukuran seni. Dahulu para pelukis membuat lukisan telanjang dari wanita yang gemuk, yang buah dadanya kecil, tetapi dilikis dengan pose tertentu sehingga muncul kepribadiannya. Ini menyadarkan banyak orang, bahwa sesuatu yang memiliki kepribadian dapat menimbulkan ke indahan., kendati ukuran tubuhnya tidak ideal. Tetapi ia dilukis sedemikian rupa dan ditampilkan kepribadiannya sehingga orang bisa menghargai. Bandingkan dengan ketelanjangan di Playboy, misalnya. Kalau dimajalah ini, tentu postur wanita tertentu saja yang bisa masuk, dan harus sesuai zamannya. Misalnya pada zaman twiggy yang mengidealkan tubuh sangat ramping, kurus, namun sekarang telah banyak bergeser ke tubuh yang montok, tetapi tetap saja ada prototipnya.
Ada juga yang berpendapat, untuk membuat foto yang art, tidak selalu harus jorok atau nude. Dan sangat disayangkan anggapan yang beredar bahwa fotografer akan hebat kalau memotret nude. Ini statment yang menyesatkanHal ini sebetulnya menjadi tanggung jawab para fotografer senior untuk memberikan pengarahan, bahwa anggapan demikian tidak benar, sehingga saat ini banyak diantara pemula hanya turut dalam arus.|foto Media| 


Baca Selengkapnya ....

Sejarah Pasar Baru Jakarta

Posted by http://advertisingfashionfurniture.blogspot.com Thursday, 7 November 2013 1 comments
ADVERTISING | FASHION | FURNITURE | Sejarah Pasar Baru Jakarta
Image Pasar Baru Jakarta
flickriver.com
Pasar Baru adalah kawasan perdagangan yang berpusat di Jalan Pasar Baru, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pusat perbelanjaan ini didirikan pada tahun 1820, dan merupakan pusat perbelanjaan tertua di Jakarta. Ujung selatan Jalan Pasar Baru berbatasan dengan Jalan Antara dan Jalan Pasar Baru Selatan, serta Jalan Pos yang berdekatan dengan Gedung Kesenian Jakarta. Ujung utara Jalan Pasar Baru berbatasan dengan Jalan Kyai Haji Samanhudi, dekat Metro Pasar Baru dan Jalan Gereja Ayam. Di sisi kiri dan kanan Jalan Pasar Baru terdapat toko pakaian, toko tekstil dan tailor, toko alat olahraga dan sepatu, toko kacamata, dan toko perhiasan emas. Di Pasar Baru banyak bermukim orang India-Indonesia. Orang India dan Indonesia berdagang menjual kain, alat olahraga, dan sepatu di Pasar Baru. Pada tahun 2002 ada sekitar 2.000 keluarga India yang terdaftar sebagai penduduk Jakarta, dan sebagian besar diantara mereka tinggal di pusat kota, khususnya di kawasan Pasar Baru dan Pintu Air. Di kawasan Pasar Baru juga terdapat tempat ibadah masyarakat India dan Indonesia.


Pusat perbelanjaan ini dibangun pada tahun 1820 sebagai Passer Baroe sewaktu Jakarta masih bernama Batavia. Orang yang berbelanja di Passer Baroe adalah orang Belanda yang tinggal di Rijswijk (sekarang Jalan Veteran). Toko-toko di Passer Baroe dibangun dengan gaya arsitektur Cina dan Eropa. Diantara toko-toko lama yang masih ada hingga kini adalah Apotek Kimia Farma, toko Lee Ie Seng, toko perabot rumah tangga Melati, toko jam Tjung-Tjung, dan toko kacamata Seis (Tjun Lie). Penjahit jas yang sudah ada sejak dulu adalah Isardas, Hariom, dan Gehimal, dan wanita berbelanja di toko kain Bombay dan Lilaram. Toko-toko besar yang dulunya pernah ada diantaranya Toko Europa dan Toko de Zon. Pengusaha ritel Matahari Putra Prima mendirikan bisnisnya di Pasar Baru pada tahun 1958. Di ujung utara Jalan Pasar Baru dulunya merupakan pusat pedagang komik. Bioskop yang pernah ada di kawasan Pasar Baru adalah Bioskop Globe, Bioskop Capitol, dan Bioskop Astoria (Bioskop Satria) di Pintu Air. Pasar Baru merupakan tempat kelahiran rumah makan Bakmi Gang Kelinci. Usaha rumah makan ini dimulai pada tahun 1957 sebagai pedagang mi gerobak di Jalan Pintu Besi, depan Bioskop Globe.

Pasar Baru adalah surga belanja bagi mereka yang mencari kain untuk bahan busana, sepatu, peralatan olah raga atau sekedar memuaskan mata dan mecoba membandingan harga dari satu toko ke toko lainnya sebelum mengambil keputusan untuk berbelanja dimana. Pernahkah terbersit dalam benak anda untuk menikmati wisata belanja di Pasar Baru tak sekedar keluar masuk toko yang menawarkan aneka diskon, menenteng tas belanja yang penuh lalu mencari makan saat perut lapar? Memasuki pusat pertokoan Pasar Baru, pengunjung akan disambut oleh sebuah gerbang tinggi bergaya Cina dengan tulisan besar di atasnya Passer Baroe, 1820. Pasar Baru adalah sebuah pasar yang terbentuk dengan sendirinya sebagai pelengkap perniagaan di Weltevreden (sekarang daerah Gambir - Pasar Baru - Senen), kawasan elit Batavia yang mulai berkembang pada abad ke-19. Ketika terjadi penumpasan etnis Tionghoa di Batavia yang dikenal sebagai Peristiwa 1740, etnis Tionghoa “diisolir” di luar benteng Batavia. Pemerintah Hindia Belanda memberlakukan jam malam; etnis Tionghoa tidak boleh tinggal dan hanya diijinkan berada didalam kota Batavia pada siang hari. Mereka inilah yang kemudian datang berdagang di Pasar Baru, membentuk komunitas dan menjadi pengusaha sukses dan mengendalikan perniagaan di sana. Sebuah bangunan tua yang masih bertahan dalam bentuk aslinya yang bergaya campuran Cina dan Eropa. Jika tidak diperhatikan dengan seksama ruko ini mungkin saja lepas dari pandangan. Toko Kompak, nama yang terpampang diatas pintu ruko yang menempati bekas rumah Majoor Tjina pada masa itu. Toko yang sering dikunjungi oleh Gubernur Jenderal Belanda pada saat perayaan Imlek untuk melihat pertunjukan barongsai, bahkan pada 1908 dianugerahi penghargaan. Dua medali penghargaan dari Gubernur Jenderal itu sampai hari ini masih menempel diatas pintu masuk ruko tersebut.|wikipedia Jakarta|

Baca Selengkapnya ....
Referral Banners